Isyarat Rindu,

Dan ternyata masih belum mampu untuk menuliskan isyarat kehidupan dalam blog ini, perjalanan rindu, yang seharusnya tersampaikan. Dan hingga tahun yang katanya telah berganti baru masih belum ada yang baru di blog ini, ehe maaf… (baru ini)

Kenapa? Entahlah…

dan padahal disini adalah Januari, dimana perjalanan rindu itu dimulai, karena sebuah perpisahan. Dan rangkaian potongan episode rindu ternyata belum keseluruhannya, dan mungkin takkan sempurna hingga rindu akan kembali dipertemukan. Maka takkan ada yang salah dalam perjalanan rindu, merangkai kerja yang mungkin takkan ada yang memperdulikannya, cukup Dia yang tahu dan cukup begitu saja.

Tujuh tahun, dan hitungan akan selalu bertambah.

Rindu Guruku

Selamat Hari Guru ke-66 (hari ini 25 November 2011)

 

Guru Pertama dan Utama

Jika kalian bertanya siapa sosok yang tepat untuk diberi penghargaan di hari guru tiap tahun itu? Maka, aku akan memilih guru pertama yang telah mendidik kami, AYAH.

Inilah Perjalanan Rindu, akan selalu ku ingat akan sosoknya (yang tak terganti, dan tak pernah tergantikan). Dia yang mengajariku membaca dan menulis, membaca huruf latin maupun huruf-huruf hijaiyah, dan saat menginjak sekolah dia yang membimbingku belajar mengerjakan tugas-tugas rumah, dan… prestasiku selalu berada diatas. Aku bangga, bukan pada diriku tapi padanya. Continue reading